Sulis' posts with tag: indonesian food

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag indonesian food
Blog EntrySoto SlawiJul 19, '08 2:56 AM
for everyone
Pertama liat resepnya di tabloid Saji aku dah tertarik banget. Mirip2 sama Tauto Pekalongan yang juga menggunakan tauco sepertinya. Bikinnya cukup simple sih. Rasanya unik juga.. gurih dan aroma tauco memberikan sensasi lain di sela segar dan beningnya kuah soto.

Soto Slawi

Bahan Kuah Soto:
  • 1 ekor ayam kampung, belah 2 bagian
  • 2 L air
  • 4 lembar daun salam
  • 3 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 1 cm jahe, memarkan
  • garam dan gula pasir secukupnya
  • 1 blok kaldu ayam
  • 4 sdm minyak untuk menumis
  • minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:
  • 8 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1/2 sdt merica

Bahan Sambal Tauco:
  • 150 gr t auco
  • 1 sdm kecap manis
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus Sambal Tauco:
  • 1 buah cabai merah besar, buang bijinya
  • 2 siung bawang putih
  • 3 butir bawang merah
  • 2 butir kemiri, sangrai

Bahan Sambal Cabai Rawit:
  • 30 buah cabai rawit merah
  • 2 siung bawang putih
  • 50 ml air
  • 1/2 sdt garam
  • sedikit gula pasir

Bahan Pelengkap:
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 100 gr taoge, seduh air panas
  • 250 gr soun, direndam
  • 3 buah jeruk nipis
  • kecap manis secukupnya
  • bawang goreng secukupnya

Cara Membuat:
  1. Rebus ayam dan air sampai mendidih.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, serai dan jahe hingga harum. Tuang ke rebusan ayam.
  3. Masukkan garam, gula pasir, dan kaldu ayam blok. Masak sampai ayam matang. Angkat ayam, tiriskan.
  4. Goreng ayam sampai matang. Agkat, tiriskan dan suwir2 ayam.
  5. Sambal Tauco: Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan tauco. Aduk sampai rata dan harum. Angkat, tambahkan kecap manis. Aduk rata, sisihkan.
  6. Sambal Cabai Rawit: Rebus cabai rawit merah dan bawang putih hingga air mendidih dan matang. Angkat, haluskan bersama garam dan sedikit gula pasir. Tambahkan air secukupnya, aduk rata, sisihkan.
  7. Sajikan kuah soto bersama suwiran ayam dan aneka pelengkapnya serta sambal tauco dan sambal cabai rawit.
Photobucket

Blog EntrySiomay Komplit LekkerJun 8, '08 10:00 AM
for everyone
Ini dia.. salah satu proyek dapur weekend ini. Salah satu permintaan adikku Pepet, gara2 dia ngiler siomay bandung setelah blogwalking ke websitenya mbak Rieke sang Sexy Chef yang resep2nya emang oke banget itu. Ya dah.. pikir2 dah lama juga emang gak bikin siomay. Kali ini bikin yang versi ala tukang jualan keliling itu deh.. Unik, karena penambahan labu yang diparut halus dalam adonan siomaynya. Resepnya aku modifikasi dari resepnya mbak Rieke di sini. Ternyata hasilnya gak mengecewakan.. kenyalnya pas.. berasa banget dagingnya.. Hehee.. Siomaaaaay... Siomaaaayyyyyy...!

Siomay Komplit Lekker

Bahan:
  • kulit siomay
  • wortel parut secukupnya


Bahan I, proses semua hingga halus:
  • 300 gr daging ayam
  • 250 gr fillet ikan tenggiri
  • 150 gr udang

Haluskan:
  • 4 buah bawang merah, iris, goreng
  • 3 siung bawang putih, iris, goreng


Bumbu2:
  • garam, merica dan gula pasir secukupnya
  • 2 sdm saus tiram
  • 2 sdm kecap ikan
  • 3 sdm minyak wijen
  • 1 sdm ang ciu, optional
Bahan II:
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 150 gr labu siam/bangkoang serut halus

Bahan III, campur dan ayak:
  • 50gr tepung terigu
  • 175 gr tepung kanji (sagu tani)

Bahan pelengkap:
  • kol rebus gulung
  • kentang belah menjadi  4 bagian
  • pare
  • tahu
  • telur rebus

Cara membuat:
  1. Campur bahan I, bumbu2  dan bawang yang sudah dihaluskan. Masukkan bahan II ,  aduk rata. dan terakhir masukkan bahan III. Kembali diaduk rata.
  2. Sebagian besar dimasukkan ke dalam kulit siomay. Taburi permukaannya dengan parutan wortel.
  3. Isi kentang, tahu, pare, kol dan tahu rebus dengan sisa adonan.
  4. Kukus sampai matang. Hidangkan bersama saus kacang, perasan jeruk limau, kecap manis dan sambal botol.

Saus kacang, haluskan dan masak dengan api kecil hingga mengental dan berminyak:
  • 300 gr kacang tanah, goreng
  • garam dan gula merah secukupnya
  • 4 buah cabe merah besar, goreng
  • 4 siung bawang putih, goreng
  • 50 gr kentang rebus, haluskan
  • santan encer secukupnya (atau pake air biasa aja juga boleh)



Blog EntryAyam Goreng SantanMay 12, '08 10:39 AM
for everyone
Berhubung di kulkas masih menyimpan sisa santan instan dalam kemasan karton, daripada nanti keburu rusak mending dikaryakan. Karena lagi pengen makan ayam goreng, maka pikir2 sekali2 bikin ayam goreng yang bumbunya ditambahin santan aja deh. Biasa sih aku bikin suka pake air kelapa. Nah, kali ini air kelapanya diganti sama santan. Hasilnya emang jadi lebih guriihh... Makan pake nasi anget, lalapan dan sambal mangga muda.. hmmmmmm.... kebayang gak nikmatnya? hehehehe.


Ayam Goreng Santan

Bahan:
  • 1 ekor ayam kampung, potong 8 bagian
  • 1 buah jeruk nipis
  • 500 cc santan (kurang lebih dari 1/2 butir kelapa)
  • 4 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • Garam secukupnya
  • 2 sdt asam jawa, remas dengan sedikit air hangat, saring

 

Bumbu, haluskan:

  • 6 siung bawang putih
  • 8 butir bawang merah
  • 6 butir kemiri, sangrai
  • 1 sdm ketumbar, sangrai
  • 4 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 4 cm lengkuas
  • 2 sdm gula merah

 

Cara Membuat:

  1. Potong-potong ayam menjadi beberapa bagian. Perciki dengan perasan jeruk nipis
  2. Tumis bumbu halus masukkan sereh dan daun salam, aduk hingga harum. Masukkan ayam,aduk-aduk hingga berubah warna.
  3. Tambahkan santan dan air asam, masak sampai ayam empuk dan santan kering mengental. Angkat, dinginkan.
  4. Lalu goreng ayam dengan minyak banyak sampai kecoklatan bersama sisa bumbu. Hidangkan.

 


ayam goreng santan

ReviewReviewReviewReviewRestoran Bali AjenganMay 11, '08 7:16 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Jl. Panglima Polim 1 No. 65 Telp: (021)722-0227
Beberapa minggu yang lalu, aku bersama salah satu partner wisata kulinerku si Iyong, mencoba restoran yang khusus menjanjikan hidangan khas Bali bernama Ajengan yang terletak di bilangan Panglima Polim. Buatku ini adalah yang kedua kalinya, sedangkan buat Iyong ini adalah kali pertama. Dulu pertama kali aku ke sana, aku terkesan dengan hidangannya yang menurut aku pas banget rasanya buat aku yang memang suka masakan yang agak pedas2 dan berbumbu. Hanya saja waktu itu aku gak sempet pesan dulu beberapa hidangan khas yang memang perlu dipesan beberapa hari sebelumnya. Rencananya kali ini, aku mau pesan dulu hidangan yang aku sempat incar dulu seperti Jukut Ares, yaitu lauk pauk yang dibuat dari batang pohon pisang yang muda (anak pohon pisang) dicampur dengan balung ( tulang dengan sedikit daging yang masih melekat pada tulang) , sedikit daging dan bumbu. Cuma ternyata pemesanan setidaknya harus dilakukan 2 hari sebelumnya, sedangkan aku baru mau pesan sehari sebelumnya. Alhasil, aku terpaksa harus cukup puas dengan menu yang tersedia di hari itu saja..

Untuk menunya, aku dan Iyong sama2 pesan Nasi campur Ajengan (@ 35K) dan untuk lauk tambahannya kami pesan: 1 porsi Plecing Kangkung (10K), 1 porsi Sate Tusuk Sapi (20K), 1 porsi Tahu Gianyar (15K) . Untuk dessertnya, kami pesan: 1 porsi Banana Grill (15K) dan 1 Es Campur Ajengan (20K) . Minumannya cukup Aqua (5K) dan Ice Lemon Tea (10K) . Kalau aku perhatikan dari harganya sih, sepertinya Ajengan sudah naik harganya sejak aku terakhir ke sana tahun lalu. Yang penting sih, rasanya mudah2an tetap enaklah.. Hehehe..

Ya, nasi campur kami pun datang.. isinya adalah nasi putih dengan lauk pauk berupa be siap tutu (ayam dimasak bumbu kuning), telur bumbu bali, be siap pelalah (ayam panggang bumbu bali), dan be siap sambal matah yang disajikan bersama ikan tongkol serta jukut (kacang panjang, taoge plus bumbu urap)

Racikannya benar2 pas di lidah. Apalagi ditambah sate tusuk sapinya yang cukup empuk dan bumbunya yang meresap. Tahu Gianyarnya berupa tahu yang dipotong kotak2 ukuran sedang dan digoreng, lalu disajikan bersama sambal mentah yang dibubuhi sedikit kecap manis. Rasanya lumayan lah walaupun tidak istimewa sekali. Yang paling 'nampol' itu adalah Plecing Kangkungnya yang rasa pedas bumbunya benar2 'merasuk sukma'.. belum lagi kangkung rebusnya yang masih terasa renyah saat dikunyah, ditambah taburan kacang tanah goreng (salah satu ciri khas masakan bali, suka ditambahkan kacang goreng sebagai pelengkap).. Hmm.. nikmat sekali...

Untuk melengkapi kenikmatan yang cukup bikin lidah 'terbakar' itu, kami tuntaskan dengan menyantap hidangan penutup yang sudah kami pesan yaitu Banana Grill dan Es Campur Ajengan. Banana grill nya disajikan hangat dengan tambahan 1 scoop Vanilla Ice Cream di atasnya. Perpaduan antara harum pisang bakar dengan saus karamel yang hangat serta harum es krim vanila yang dingin menciptakan sensasi nikmat tersendiri. Bener2 mesti dicoba deh.. Es campurnya sangat menyegarkan, dengan isian buah lychee kaleng, pepaya, semangka, melon, cincau hitam dan kolang-kaling. Wah, plong banget rasanya.. (sekaligus juga kekenyangan..). hehehe. Total semua menu yang kami pesan hari itu adalah 192,5K (sudah termasuk PPN 10% dan service 5%).

Konon semua masakan di resto ini diolah sendiri oleh seorang mbok emban yang sejak lama sudah menjadi pengasuh dari pemilik restoran ini yang memang orang asli Bali. Karena kepiawaiannya mengolah masakanlah akhirnya mereka memutuskan untuk membuka rumah makan Ajengan ini. Ajengan sendiri dalam bahasa Bali artinya adalah makanan. Semua masakan di sini dijamin halal karena hanya ada menu ayam, ikan, bebek, udang dan sapi saja.

Buat yang tertarik mencoba penganan khas Bali lainnya, bisa dicoba Brem Bali, minuman khas Bali yang berkadar alkohol 5%, terbuat dari hasil fermentasi tape. Brem ini bisa dijadikan alternatif dan konon paling enak dinikmati dengan kacang Bali. Selain itu bisa juga dicoba Sangaran . Penganan ini terdiri dari ketan hitam yang dikukus plus pisang raja yang terlebih dahulu dibaluri tepung terigu lalu direbus dan kemudian dimakan dengan parutan kelapa muda.

Restoran ini juga melayani pesanan katering luar untuk acara kantor dan lain2. Sering pula digunakan sebagai tempat untuk ajang kumpul keluarga, arisan, ulang tahun sampai pesta pernikahan dengan paket ataupun prasmanan yang harganya berkisar antara sekitar 20K sampai 45K (++). Buka setiap hari dari pukul 11 siang sampai 10 malam.


Photo AlbumRestoran Bali Ajengan (17 photos)May 10, '08 12:49 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini adalah kunjungan keduaku ke Resto Bali Ajengan di Panglima Polim.Nampak dari luar, bangunannya sudah khas Bali. Tidak terlihat seperti sebuah restoran, malah agak mirip ke bangunan sebuah Pura. Begitu masuk ke dalamnya, nampak suasana yang sangat asri dengan kolam dan beberap gazebo dengan tatanan taman gaya Bali yang sedap dipandang. Dan saat masuk ke dalam bangunan resto, maka akan langsung terasa suasana homy yang nyaman dengan meja2 dan kursi ukiran antik serta pencahayaan yang agak temaram, juga menampilkan suasana romantis tersendiri.


Makanannya enak, tempatnya pun khas Bali banget.. Very Recommended buat yang cari masakan khas bali kelas resto. Ah, jadi pengen ke sana lagi..

Buat yang mau tahu lebih banyak lagi mengenai restoran yang satu ini, baca reviewnya di di sini

Blog EntryIkan Bawal Bakar Bumbu KuningMay 1, '08 10:42 PM
for everyone

Kemaren sore tiba2 serasa pengen makan ikan bakar. Dan pengennya sih sekali2 bikin sendiri aja, gak beli jadi di luar karena emang dah lama gak main bakar2an (nah lho.. hehehe). So, kemarin akhirnya nyempetin dulu buat pergi ke Carrefour dekat rumah di Duta Merlin. Sampai di sana langsung ke bagian ikan2an dan kali ini akhirnya aku putuskan untuk membeli ikan bawal Jepang hidup yang memang sudah aku incar sejak lama. Harganya sih lumayan mahal juga, Rp.110.000/kg nya. Tapi ikannya memang tampak sangat 'menjanjikan' karena selain aku belinya dari keadaan hidup yang tentunya terjamin kesegarannya, juga karena tampilannya yang lebih 'kinclong' ketimbang bawal biasa.

Sampai di rumah, siapin panggangan arang dan lain2nya. Trus langsung siapin bumbu2nya. Bakar2 depan rumah sambil sementara bikin tumis kangkung dan sambal kecap rawitnya. Dah jadi, langsung deh pada ngumpul buat makan bareng. Ikan bawalnya ternyata enaaaaakkkkk.. dagingnya lembut dan manis serta ada sedikit gurih dari lemak bawalnya sendiri, juga bumbu kuning yang aku pakai untuk membumbui ikan ini ternyata emang pas banget! Spesial buat papiku, ditambah lalapan pete bakar. Hehehe.

Ikan Bawal Bakar Bumbu Kuning

Bahan:

  • 500 gr ikan bawal segar
  • 1 buah jeruk nipis besar 
  • garam secukupnya
  • minyak untuk menumis
  • 3 lembar daun jeruk, iris halus

 

Bahan olesan, aduk rata jadi satu:

  • 4 sdm kecap manis
  • 2 buah jeruk limau, ambil airnya
  • 3 sdm margarin
  • 2 sdm saus tiram

Bumbu, haluskan: 

  • 4 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 3 buah cabai merah keriting
  • 5 cm kunyit, sangrai
  • 2 batang serai, iris2 halus
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • garam secukupnya
  • 3 cm jahe

Sambal Kecap Rawit, aduk rata jadi satu:

  • 5 butir bawang merah, iris2
  • 1/2 buah tomat merah, buang bijinya, potong2 dadu kecil
  • 10 buah cabai rawit, iris2
  • 1 sdm air jeruk limau
  • 1/4 sdt merica halus
  • 8 sdm kecap manis

 

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak di wajan, tumis bumbu halus, masukkan irisan daun jeruk purut, tumis hingga harum dan bumbu matang. Matikan api, sisihkan.
  2. Bersihkan ikan bawal, beri keratan2. Lumuri dengan air jeruk nipis dan
    garam dan 4 sdm bumbu halus yang sudah ditumis. Simpan dalam kulkas dan biarkan meresap selama 30 menit.
  3. Campur sisa bumbu halus yang sudah ditumis dengan bahan olesan. Aduk rata.
    Bakar ikan di atas bara api sambil sesekali dioles dengan bahan olesan hingga matang merata.
  4. Sajikan dengan sambal kecap rawit..

Untuk 3-4 orang

 

 


Blog EntryMFM #14: Grilled Karang BinaciApr 29, '08 11:38 PM
for everyone

Setelah sekian lama mencari-cari ide yang sesuai dengan tema Red Meat pada MFM #14 yang di host oleh Esti sang ibu cantik, akhirnya baru dapet yang bener2 mantep. Tapi sayangnya ide ini baru aja nongol mendekati detik2 terakhir deadline. Yah..beginilah memang 'kebiasaan' orang yang terlalu sering menerapkan SKS alias Sistem Kebut Semalam. Hehehe.. Asli, ini memang bener2 boleh ngebut semalam. Pagi ini baru akhirnya aku siapin semuanya untuk diambil gambarnya. Phew.. akhirnya beres juga.. leganyaa.. hehehe.

Idenya diambil dari resep khas Madura bernama Karang Binaci. Lazim dibuat dari iga kambing/domba. Untuk tema Red Meat kali ini memang aku sengaja gak mau menampilkan daging sapi karena udah terlalu sering. Daging kambing tergolong yang paling jarang banget aku olah. Bahkan kalo mau dihitung, hanya kurang dari 3 jari saja aku pernah mengolah daging kambing. Makanya, kreasi kali ini termasuk yang cukup menantang sebagai pengalaman baru.Biar unik, karang binaci yang sudah masak, aku grilled lagi dan dihidangkan dengan mashed potato alias pure kentang. Jadilah hidangan tradisional ala cafe. Hehehe.

Buat ibu host MFM #14, inilah persembahan dariku. Maaf banget ya kalo ngumpulinnya bener2 mefeeett feettt fettt.. :D     
   
Grilled Karang Binaci


Bahan:

  • 500 gr iga kambing (bisa diganti dengan beef ribs)
  • 5 butir cengkih
  • 4 cm kayu manis
  • 3 sdm kecap manis
  • 500 ml air
  • minyak untuk menumis

Bumbu haluskan:

  • 5 buah cabe merah keriting
  • 2 buah cabe merah besar
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1 sdt lada butiran
  • 2 cm jahe
  • garam secukupnya
  • 2 sdm gula jawa, sisir halus

 

Pelengkap:

  • Pure Kentang Keju
  • Brokoli/buncis rebus
  • Wortel Rebus


Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak lalu tumis bumbu halus beserta cengkih dan kayu manis hingga harum.
  2. Masukkan daging iga kambing, aduk sampai berubah warna. Tuangi air, aduk rata.
  3. Tutup wajan/panci, masak di atas api kecil hingga daging empuk (tambahkan air panas jika perlu).
  4. Tambahkan kecap manis dan tambahan garam/gula/lada bila perlu. Masak hingga kuah menyusut.
  5. Panggang di atas bara api hingga kecokelatan. Sajikan beserta bahan pelengkap.


Pure Kentang Keju

Bahan:

  • 500 gr kentang kukus, kupas dan haluskan
  • 1 sdm butter
  • 150 ml krim kental
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1 sdt garam
  • 2 - 3 sdm keju parmesan bubuk


Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan, jerang di atas api kecil. Aduk-aduk sampai kental.
  2. Masukkan adonan dalam kantung semprot dengan spuit.


Blog EntrySluurrppp....Bakwan Malang!Nov 30, '07 11:01 AM
for everyone
Malang itu  memang salah satu gudangnya aneka makanan2 enak. Sebut aja mulai dari  Bakwan Malang, Cwie Mie, Bakso Bakar, Angsle..dan sungguh masih banyak lagi.. Nah, salah satunya yang paling bikin aku kepincut ya itu.. si Bakwan Malang. Masih lekat dalam ingatan dulu waktu kecil seneng banget jajan  makanan satu ini. Dulu emang ada pedagang bakwan malang keliling naik sepeda yang enak banget.. Kalo sekarang sih udah gak berani deh beli yang lewat depan rumah..  Abis seringnya tuh bakso cuma berasa sagunya aja. 

Kemarin2 ini lagi  iseng 2 buka buku resep, ada 1 buku resep  yang udah aku beli cukup lama yaitu Seri Masak Femina PRIMARASA Hidangan Nusantara Populer Jajanan Jawa Timur. Di situ ada resep bakwan malang yang  udah berhasil bikin aku semangat pengen bikin. Kebetulan kan kemaren ini papiku sempet beli bakso sapi polos dan urat pas  lagi ke Bandung minggu lalu. Juga masih ada stok tulang kaki /dengkul sapi di freezer..Yo wis.. bikin ini  aja deh.. enak  dimakan panas2.. cuma berhubung perut masih belum beres, terpaksa gak boleh pedes2 dulu deh.. hehehe.

Resep di bawah ini selain aku ambil dari buku resep di  atas juga udah aku modif sedikit dari beberapa resep  hasil googling.


Bakwan Malang

Bahan:

  • 6 buah tahu @ 6x6 cm
  • 18 lembar kulit pangsit
  • Minyak goreng
  • 12 butir bakso sapi polos
  • 12 butir bakso sapi urat

Pelengkap:
  • 200 gr mie basah, cuci, seduh air panas, tiriskan (aku sih pake mie telur kering aja)
  • Bawang goreng
  • 4 sdm Seledri cincang
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • Kecap manis
  • Saos sambal


Adonan isi, campur jadi satu:
  • 250 gr daging sapi, giling halus
  • 50 gr tepung kanji/tapioka
  • 1/4 sdt baking powder
  • 1/4 sdt baking soda
  • 1 putih telur
  • 2 sdt minyak goreng
  • 3 siung bawang putih, goreng dan haluskan bersama merica, garam dan gula pasir secukupnya

Kuah:
  • 3 liter air
  • 1000 gr tulang kaki sapi/bagian lutut
  • 8 siung bawang putih, haluskan dengan merica, garam dan gula pasir secukupnya
  • 1 sdt kaldu bubuk sapi, optional

Cara Membuat:
  1. Potong diagonal tahu , lalu kerat bagian tengahnya. Isi dengan sebagian bahan isi, hingga penuh, ratakan, kukus selama kurang lebih setengah jam hingga matang, angkat, sisihkan. Tahu bisa juga digoreng setelah dikukus.
  2. Siapkan 6 lembar kulit pangsit, isi tiap lembarnya dengan dengan 2 sdt adonan, rebus, sisihkan.(bisa juga sekalian dikukus bersama tahunya sih).
  3. Sekalian, bakso2 sapi siap pakai juga dikukus bersama dengan tahu.
  4. Sisa kulit pangsit masing2 diisi dengan 1 sdt adonan, goreng di dalam minyak panas di atas api sedang hingga matang dan kecokelatan, angkat, tiriskan.
  5. Kuah: Rebus tulang sapi dalam air mendidih selama kurang lebih 3-4 jam dengan api kecil/sedang. Tambahkan airnya bila diperlukan. Tumis bumbu halus, masukkan ke dalam kuah.
  6. Penyajian: Taruh mie dalam mangkuk saji, tambahkan tahu isi, bakso sapi, bakso urat, dan pangsit goreng. Siram dengan kuah panas2. Taburi dengan bawang goreng, seledri cincang dan daun bawang. Hidangkan selagi panas dengan saos sambal.
Untuk 6 porsi.


Blog EntryTuk-TukNov 11, '07 4:16 AM
for everyone
Tuk-tuk yang satu ini bukanlah nama alat transportasi khas Thailand. Tuk-tuk yang satu ini dijamin bikin mata merem melek, karena selain rasanya yang enak, juga karena pedasnya yang menggigit. Hehehe. Yup..tuk-tuk ini adalah nama sambal khas dari daerah Tapanuli. Yang unik, tuk-tuk menggunakan ikan (asin) yang dibakar kemudian ditumbuk kasar dan dicampurkan ke dalam sambal. Hasilnya adalah sambal yang khas sekali aroma dan rasanya. Rasanya pedas segar karena perasan jeruk nipis. Biasa dinikmati bersama aneka sayuran rebus yang disebut Bolgang, yang terdiri dari jagung, labu siam kecil, terung telunjuk, daun singkong, kacang panjang, dan bayam.

Aslinya, sambal ini kerap dimakan bersama sajian ayam bakar. Cuma berhubung lagi kepengen makan ikan juga, aku bikin ikan goreng bumbu kuning aja. Di daerah asalnya ikan yang digunakan dalam sambal ini adalah ikan gedapang atau aso-aso. Cuma berhubung di sini gak ada, aku pakai ikan asin gabus aja. Di resep lain yang aku temukan saat browsing di internet, ada yang menggunakan ikan asin jambal. Resep kali ini aku dapat dari majalah Sedap Sekejap edisi 8/VIII/07 dengan beberapa modifikasi.

Sedeep banget lho makan ikan goreng bumbu kuning ini ditemani lalapan bolgang sambal tuk-tuk. Nyammm...nyammm... 

Sambal Tuk-Tuk

Bahan:
  • 75 gr ikan asin gabus/jambal, cuci, bakar/goreng
  • 6 buah cabai merah besar
  • 6 buah cabai merah keriting
  • 5 buah cabai rawit merah
  • 8 butir bawang merah
  • garam dan gula merah secukupnya
  • 25 ml air
  • 2 sdt air jeruk nipis
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Bahan Bolgang:
  • 1 liter air
  • 1 sdt garam
  • 3 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 buah (250 gr) jagung manis, potong-potong
  • 50 gr labu siam kecil, rebus, belah dua
  • 2 lonjor kacang panjang, potong-potong
  • 50 gr daun singkong, rebus, peras, potong-potong
  • 50 gr terung telunjuk
  • 50 gr bayam

Cara Membuat:
  1. Tumbuk kasar ikan gabus asin. Sisihkan.
  2. Haluskan bawang merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah/
  3. Tumis cabai dan bawang yang sudah dihaluskan sampai harum dengan minyak yang sudah dipanaskan. Tuang air, garam dan gila merah. Aduk rata.
  4. Masukkan ikan asin tumbuk. Masak hingga meresap. Angkat. Tambahkan air jeruk nipis, aduk rata. Sisihkan.
  5. Bolgang: Didihkan air, garam, dan bawang merah iris. Tambahkan jagung manis. Masak hingga matang. Masukkan labu siam, kacang panjang, daun singkong dan terong telunjuk. Masak sampai matang. Tambahkan bayam. Masak hingga matang. Angkat, tiriskan.
  6. Sajikan sambal tuk-tuk dengan bolgang.

Untuk 4 Porsi.

Note:
Bisa juga ditambahkan pete dan tekokak ke dalam tumisan sambal.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help