Hari Minggu kemarin ini aku dan Bonet setelah sekian lama gak pergi bareng karena kesibukan kami masing2. Kebetulan sih dia dah nginep dari Sabtu malamnya. Pas minggunya kami berencana untuk nonton bareng di Plaza Senayan. Film yang ingin ditonton itu Enchanted. Cuma berhubung pas nyampe masih sisa waktu sekitar 45 menit, daripada duduk bengong2 aja, ya dah, cari makanan secara dah agak lapar juga. Kemaren sih tertarik untuk makan di Din Tai Fung Noodle Bar yang letaknya gak terlalu jauh dari bioskop. Resto ini sepertinya merupakan versi lain dari restoran
Din Tai Fung yang pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu dari Top 10 Best Restaurant in The World. Merupakan restoran franchise yang sudah tersebar di beberapa negara/kota seperti Taiwan, Jepang, USA, Singapore dan Jakarta. Nah untuk yang di Jakarta ini, Din Tai Fung Noodle Bar merupakan cabang yang ke-3. Dan jangan khawatir untuk para muslim yang ingin mencobanya, karena resto ini sudah mendapatkan sertifikat Halal. Resto ini terlihat ramai sekali di pukul 4 sore kemaren itu. Setelah sempat menunggu beberapa menit, kami pun mendapatkan tempat duduk. Mulailah kami memesan makanan. Pengennya sih makan yang gak terlalu berat2 banget. Tapi biar bisa di-share berdua juga, kami pesan beberapa menu pilihan.
Pilihan terutama pastinya jatuh pada Xiao Long Bau isi Kepiting dan Ayam isi 4 buah (38K), Jiaoze Sayuran dan Ayam isi 4 (20K), 1 porsi Mie Angsio Sapi dengan pilihan Mie Bayam (43K), 1 porsi Mochi isi 4 (8K), 1 Puding Triple Delight (30K), 1 Es Serut Puding Almond (20K), dan 2 Chinese Tea yang refillable (@7K).
Setelah menunggu selama sekitar 8 menit, pesanan awal Xiao Long Bau kami datang dalam wadah kukusan dari bambu dengan asap yang masih mengepul. Din Tai Fung salah satunya terkenal dengan Xiao Long Bau-nya, yaitu sejenis dim sum mirip pau dalam bentuk mini, dengan kulit dumpling tipis yang ciri khasnya dibuat dengan 18 lipatan di atasnya. Resep ini konn sudah teruji selama 33 tahun. Pembuatannya dibuat menjelang disajikan jadi benar2 fresh. Cara memakannya pun unik, seperti dicantumkan dalam kertas yang dijadikan sebagai alas meja saji. Pertama, cuka hitam diaduk dengan irisan halus jahe segar, dicampur dengan soy sauce dengan perbandingan 3:1. Kemudian xialong bao diangkat (saat diangkat persis seperti kantong air, lentur) dan di taruh di atas sendok bebek. Saat ujung sumpit merobek kulitnya, akan terlihat kuah kaldu panas meleleh keluar. Setelah itu, Xiao Long Bau dicocolkan campuran soy sauce-black vinegar-irisan jahe. Disantap sambil menghirup kuah kaldu dari sendok bebeknya. Hmm...enak... kaldunya terasa pekat dengan kulit dumplingnya yang tipis dan filling kepiting dan ayam yang gurih terasa sangat pas sekali. Hmm.. kayaknya 4 masih berasa kurang deh. Hehhehe. Konon, kabarnya untuk menjaga konsistensi dari makanan di resto ini, diberlakukan sistem pungukusan dim sum dengan menggunakan komputer agar terjaga kualitas dan akurasinya lho.. ckckckckck...
Setelah itu tak lama pesananku Mie Angsio Sapi datang dalam porsi yang cukup banyak jadi bisa dishare berdua. Mie bayam yang kupilih terlihat kontras dengan kuahnya yang berwarna kecokelatan dan harum bumbu ngohiang. Tampak di atasnya sekitar 3 potongan besar daging sapi dengan sedikit urat yang ternyata sama sekali tidak alot. Begitu dimasukkan di mulut, daging terasa lembut dan uratnya terasa sedikit kenyal namun tidak melawan dikunyah. Kuahnya cukup pas dan mie nya pun segar karena dibuat dengan tangan segera menjelang disajikan.
Pesanan kami yang datang berikutnya adalah Jiaoze Sayuran dan Ayam. Jiaoze ini lebih umum dikenal sebagai Kuo Tie. Atau dalam kuliner Jepang dikenal dengan sebutan Gyoza atau Mandu dalam kuliner Korea. Rasa Jiaoze nya gurih dan sayurannya memberikan efek crunchy yang menyegarkan. Dicocol ke campuran soy sauce lebih mantap lagi.
Mochinya pun lumayan.. tidak terlalu kenyal sekali seperti mochi Jepang. Ada sedikit rasa legit ketika digigit, dan gurih karena taburan kacang halus yang menyelimuti mochi itu. Dan sepertinya mochinya pun masih baru karena terasa agak hangat saat digigit. Enak, kata Bonet :))
Untuk dessert pesanan Bonet, Es Serut Puding Almond, tampak cantik disajikan dalam gelas saji pendek yang menyerupai gelas es krim. Dengan lapisan dasar berupa serutan es, puding almond yang diletakkan di atasnya begitu lembut membelai lidah. Serasa lagi makan tahu sutera. Segar dengan tambahan fruit cocktail di atasnya.. Hmm...
Punyaku juga gak kalah atraktifnya. Sebagai salah satu menu yang direkomendasikan, Puding Triple Delight memang terlihat 'menjanjikan'. Bagaimana tidak, penampilannya saja cantik sekali. Disajikan dalam sebuah gelas lurus polos biasa, dengan lapisan pertama berwarna hijau yang ternyata adalah lapisan puding green tea, di atasnya berupa lapisan putih bening yang merupakan puding aloe vera dan di lapisan ketiga, berwarna kuning jingga yang merupakan juice mangga, lalu diakhiri dengan warna putih yang merupakan saus santan gurih dengan taburan potongan mangga di atasnya yang berbentuk dadu kecil. Rasanya unik, menyegarkan sekaligus juga eksotis.
Overall, kami menyukai hidangan di sana. Hanya saja sangat disayangkan, kami tidak diperbolehkan mengambil gambar makanan yang disajikan di sana. Entah kenapa.. padahal kan kalo enak niatnya mau dipromosiin gitu.. Payah deh.. Untung masih sempat motret satu menu..itupun boleh pake handphone, jadi kurang begitu jelas.. Apalagi kalo bawa kamera segede gaban yah.. dah disita dulu kali.. hehehe.Jadi harap maklum yah kalo gambar makanannya kurang deskriptif. Dan oh ya, satu lagi.. harganya sih agak mahal yah.. Total 'kerusakan' sore itu adalah 190.300 rupiah setelah PPN 10%. Weleh..weleh.. padahal sih porsinya ya gak terlalu super banget.. malah bisa dibilang mini untuk dimsumnya. Tapi karena rasanya cukup memuaskan..yah.. kami pun malas berkomentar banyak soal harganya :p.
Untuk lokasi resto Din Tai Fung lainnya di Jakarta bisa juga dijumpai di:
DIN TAI FUNG
Plaza Senayan Arkadia
GF Unit X 101-103
Telp. (021)5790 1288
Pondok Indah Mal II
Unit 352, North Skywalk
Telp. (021)7592 1288